Kamis, 19 Juni 2008

Seleberiti Penggiat Seni

Maudy Koesnaedi

Sebagai penggiat seni, Maudy Koesnaedi tak ragu-ragu menerima tawaran Jose Rizal Manua, sutradara sekaligus pendiri Teater Tanah Air untuk ikut berperan sebagai ibu Bawang Putih dalam pementasan Sandiwara Nyanyi “Bawang Merah Bawang Putih Bawang Bombay” (BMBPBB). Pinangan itu, sebenarnya sudah setahun lalu diterimananya. Itu diutarakan istri Erik Meijer di sela-sela break pementasan BMBPBB di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat akhir Maret lalu.

“Dulu, waktu saya hamil juga pernah ditawari untuk ikut dalam teater bersama Bang Jose (Jose Rizal Manua, Red) dan tante Mutiara (Mutiara Sani, Red) dengan judul Mahkamah. Karena jadwalnya diundur dan bersamaan dengan proses persalinan, jadi saya tidak ikut. Dari tahun lalu, Bang Jose sudah meminta saya untuk ikut dalam pertunjukan teaternya dan dengan senang hati saya menyanggupinya,” tutur wanita kelahiran 8 April 1975 ini dengan sedikit menahan batuk karena kondisinya yang tidak fit.

Untuk mempersiapkan pementasan ini, wanita yang akrab disapa Imod ini berlatih selama 3 bulan. Kebetulan, ia mendapatkan peran dengan karakter sendiri, otomatis Bang Jose berkonsentrasi pada anak-anak dan waktunya berlatih intensif hanya 2 minggu. Dan, latihan dilakukan setiap malam. . “Saya berangkat latihan setelah Eddy makan dan tidur, karena latihannya malam. Jadi, tidak apa-apa ditinggal, karena sudah tidur. Cuma kalau seperti hari ini, dari siang sudah standby disini sampai malam, saya minta tolong kakak-kakakku untuk mengawasinya,” ungkapnya tentang bagaimana membagi waktu di tengah kesibukannya dalam beraktivitas untuk buah hatinya, Eddy Maliq Meijer yang lahir di Jakarta, 7 April 2007.

Kagum pada Teater Tanah Air
Maudy pertama kali melihat pementasan Teater Tanah Air (TTA) pada acara ulang tahun salah satu media. Ketika itu, ia membaca puisi dan TTA sebagai salah satu pengisi acara. Saat itu, pemeran ibu Pangeran Molux dalam Operet Bobo juga sudah tahu kalau anak-anak yang tergabung dalam TTA telah mengharumkan nama bangsa dalam Festival Teater Anak Dunia di Jerman dengan meraih medali emas.

Saya melihat anak-anak ini lucu-lucu bisa mengeksplorasikan diri mereka, kreatif, disiplin dan terlihat jiwa sosial mereka yang tinggi. “Saya melihat mungkin sudah budayanya. Waktu latihan, mereka diminta untuk mengganti gerakan, otomatis mereka langsung mencari gaya sendiri. Artinya, mereka bisa mengembangkan imajinasinya. Itu luar biasa untuk anak-anak setingkat mereka, bisa mengeksplor eksistensinya, bakatnya, kreativitasnya. Dengan latihan teater seperti ini, mereka bisa menyalurkan waktu dengan kegiatan positif,” komentarnya tentang kekagumannya pada anak-anak di TTA dan tambahnya, “Saya melihat Bang Jose sangat bisa mengarahkan anak-anak dengan sabar dan tidak dibuat stress.”

Promotor Kerastase
Saat ini kesibukan None Jakarta 1993 ini memang luar biasa padatnya. Pemeran Zaenab dalam Sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini pun memaparkan, bahwa kini ia dipercaya memegang 3 program regular di 3 stasiun televisi berbeda, yaitu Trans TV, Metro TV dan TVRI. Selain itu, ada beberapa iklan dan roadshow yang sedang dijalaninya serta tak pernah sepi order sebagai pembawa acara. “Alhamdulillah, Saya juga masih bekerja sebagai promoter Kerastase hair treatment, salah satu produk L’Oreal Professionnel Paris untuk salon-salon khusus dengan kategori Salon Kelas A. Pekerjaan saya ini, including dengan launching produk, salon, workshop, gathering dan lain sebagainya,” jadi cukup repot imbuhnya, kesibukkan ini seringkali membuatnya kangen ingin ketemu si kecil, Eddy.

Karena kebetulan tugas bintang film Angin Rumput Savana ini menstandarisasikan treatmen Kerastase di salon-salon, otomatis untuk perawatan rambut Imod menggunakan produk ini baik untuk perawatan di rumah maupun di salon. Ia pun mencontohkan tatanan rambutnya untuk pertunjukan sore itu yang sebelumnya di gulung. “Sebelum rambut di blow ada serumnya, begitu juga setelah rambut dicuci ada hair toniknya, ada juga shampoo khusus sesuai kondisi rambut dan masker rambut untuk perawatan rambut yang di color,” jelasnya dengan rinci seraya menambahkan, “pastinya hampir setiap hari melakukan treatment menggunakan produk Kerastase ini.”

Sesuai dengan pekerjaannya, wanita yang menikah dengan pria keturunan Belanda pada 23 September 2001 ini dituntut untuk selalu mewarnai rambutnya. Ia pun rutin melakukan coloring di L’Oreal Academy, Graha Internusa Building, Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. “Warna yang saya sukai harus ada warna merah atau ungu, kalau warna coklat tidak cocok dengan kulit saya,” ungkap duta lingkungan hidup Kementerian Lingkungan tentang pilihan warna rambut favoritnya.

Tips Cantik dan Fit
Untuk perawatan kulit wajah, wanita yang bertekad mengkombinasikan pendidikan Belanda-Indonesia pada putera pertamanya ini biasa melakukan facial di Puri Ayu Martha Tilaar, Graha Irama, Kuningan, Jakarta Selatan. “Saya takut dan belum berani melakukan treatment yang terlalu high-tech, seperti dermabrasi atau pengelupasan. Kulit wajahku masih standar sekali dan belum diapa-apain,” ujarnya. Sedangkan untuk tubuh, Maudy rajin melakukan lulur dan spa. Waxing pun kadang-kadang dilakukannya.

Selain melakukan perawatan tubuh. Bagi Maudy, menjaga kesehatan tak kalah pentingnya. Karena, setiap saat ia dituntut untuk tampil prima meskipun kadangkala kondisinya tidak fit. Biasanya saya tidur dan melakukan acupuncture di daerah Cipete Selatan, Jakarta Selatan, “paling minum air jahe, air sereh, jeruk nipis hangat dan madu. Karena, sudah bertahun-tahun tidak pernah ke dokter dan berhenti minum obat-obatan,” jelasnya.

Masih Ada yang Ingin Diraih
“Namanya Maudy, jadi masih banyak maunya yang belum dicapai,” candanya. Saya ingin punya rumah impian, punya rumah sendiri yang tidak besar dengan halaman dan taman yang bagus dan nyaman sesuai dengan desain yang saya inginkan. “Sebenarnya, rumahnya sudah ada, tapi karena kita masih harus tinggal dan menjaga rumah mama. Jadi, belum bisa sesuai dengan keinginan,” imbuhnya.

Di dunia entertainment, Maudy merasa belum puas mengeksplorasikan kemampuan dirinya. Dalam seni peran, meskipun dalam beberapa judul ia merasa puas memainkan perannya dan kepuasan-kepuasan kecil lainnya yang diperolehnya dalam pentas musical atau baca puisi. “Tapi, saya belum benar-benar jreng, masih ada satu yang belum tersalurkan. Nggak tahu bentuknya bisa apa saja, entah teater atau film bisa juga menulis atau apa, masih ada yang ingin saya usahakan, karyakan dan raih,” katanya tentang obsesinya itu seraya menutup perbincangan. (Yuko)

Tidak ada komentar: