Kamis, 19 Juni 2008

Seleberiti Penggiat Seni

Maudy Koesnaedi

Sebagai penggiat seni, Maudy Koesnaedi tak ragu-ragu menerima tawaran Jose Rizal Manua, sutradara sekaligus pendiri Teater Tanah Air untuk ikut berperan sebagai ibu Bawang Putih dalam pementasan Sandiwara Nyanyi “Bawang Merah Bawang Putih Bawang Bombay” (BMBPBB). Pinangan itu, sebenarnya sudah setahun lalu diterimananya. Itu diutarakan istri Erik Meijer di sela-sela break pementasan BMBPBB di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat akhir Maret lalu.

“Dulu, waktu saya hamil juga pernah ditawari untuk ikut dalam teater bersama Bang Jose (Jose Rizal Manua, Red) dan tante Mutiara (Mutiara Sani, Red) dengan judul Mahkamah. Karena jadwalnya diundur dan bersamaan dengan proses persalinan, jadi saya tidak ikut. Dari tahun lalu, Bang Jose sudah meminta saya untuk ikut dalam pertunjukan teaternya dan dengan senang hati saya menyanggupinya,” tutur wanita kelahiran 8 April 1975 ini dengan sedikit menahan batuk karena kondisinya yang tidak fit.

Untuk mempersiapkan pementasan ini, wanita yang akrab disapa Imod ini berlatih selama 3 bulan. Kebetulan, ia mendapatkan peran dengan karakter sendiri, otomatis Bang Jose berkonsentrasi pada anak-anak dan waktunya berlatih intensif hanya 2 minggu. Dan, latihan dilakukan setiap malam. . “Saya berangkat latihan setelah Eddy makan dan tidur, karena latihannya malam. Jadi, tidak apa-apa ditinggal, karena sudah tidur. Cuma kalau seperti hari ini, dari siang sudah standby disini sampai malam, saya minta tolong kakak-kakakku untuk mengawasinya,” ungkapnya tentang bagaimana membagi waktu di tengah kesibukannya dalam beraktivitas untuk buah hatinya, Eddy Maliq Meijer yang lahir di Jakarta, 7 April 2007.

Kagum pada Teater Tanah Air
Maudy pertama kali melihat pementasan Teater Tanah Air (TTA) pada acara ulang tahun salah satu media. Ketika itu, ia membaca puisi dan TTA sebagai salah satu pengisi acara. Saat itu, pemeran ibu Pangeran Molux dalam Operet Bobo juga sudah tahu kalau anak-anak yang tergabung dalam TTA telah mengharumkan nama bangsa dalam Festival Teater Anak Dunia di Jerman dengan meraih medali emas.

Saya melihat anak-anak ini lucu-lucu bisa mengeksplorasikan diri mereka, kreatif, disiplin dan terlihat jiwa sosial mereka yang tinggi. “Saya melihat mungkin sudah budayanya. Waktu latihan, mereka diminta untuk mengganti gerakan, otomatis mereka langsung mencari gaya sendiri. Artinya, mereka bisa mengembangkan imajinasinya. Itu luar biasa untuk anak-anak setingkat mereka, bisa mengeksplor eksistensinya, bakatnya, kreativitasnya. Dengan latihan teater seperti ini, mereka bisa menyalurkan waktu dengan kegiatan positif,” komentarnya tentang kekagumannya pada anak-anak di TTA dan tambahnya, “Saya melihat Bang Jose sangat bisa mengarahkan anak-anak dengan sabar dan tidak dibuat stress.”

Promotor Kerastase
Saat ini kesibukan None Jakarta 1993 ini memang luar biasa padatnya. Pemeran Zaenab dalam Sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini pun memaparkan, bahwa kini ia dipercaya memegang 3 program regular di 3 stasiun televisi berbeda, yaitu Trans TV, Metro TV dan TVRI. Selain itu, ada beberapa iklan dan roadshow yang sedang dijalaninya serta tak pernah sepi order sebagai pembawa acara. “Alhamdulillah, Saya juga masih bekerja sebagai promoter Kerastase hair treatment, salah satu produk L’Oreal Professionnel Paris untuk salon-salon khusus dengan kategori Salon Kelas A. Pekerjaan saya ini, including dengan launching produk, salon, workshop, gathering dan lain sebagainya,” jadi cukup repot imbuhnya, kesibukkan ini seringkali membuatnya kangen ingin ketemu si kecil, Eddy.

Karena kebetulan tugas bintang film Angin Rumput Savana ini menstandarisasikan treatmen Kerastase di salon-salon, otomatis untuk perawatan rambut Imod menggunakan produk ini baik untuk perawatan di rumah maupun di salon. Ia pun mencontohkan tatanan rambutnya untuk pertunjukan sore itu yang sebelumnya di gulung. “Sebelum rambut di blow ada serumnya, begitu juga setelah rambut dicuci ada hair toniknya, ada juga shampoo khusus sesuai kondisi rambut dan masker rambut untuk perawatan rambut yang di color,” jelasnya dengan rinci seraya menambahkan, “pastinya hampir setiap hari melakukan treatment menggunakan produk Kerastase ini.”

Sesuai dengan pekerjaannya, wanita yang menikah dengan pria keturunan Belanda pada 23 September 2001 ini dituntut untuk selalu mewarnai rambutnya. Ia pun rutin melakukan coloring di L’Oreal Academy, Graha Internusa Building, Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. “Warna yang saya sukai harus ada warna merah atau ungu, kalau warna coklat tidak cocok dengan kulit saya,” ungkap duta lingkungan hidup Kementerian Lingkungan tentang pilihan warna rambut favoritnya.

Tips Cantik dan Fit
Untuk perawatan kulit wajah, wanita yang bertekad mengkombinasikan pendidikan Belanda-Indonesia pada putera pertamanya ini biasa melakukan facial di Puri Ayu Martha Tilaar, Graha Irama, Kuningan, Jakarta Selatan. “Saya takut dan belum berani melakukan treatment yang terlalu high-tech, seperti dermabrasi atau pengelupasan. Kulit wajahku masih standar sekali dan belum diapa-apain,” ujarnya. Sedangkan untuk tubuh, Maudy rajin melakukan lulur dan spa. Waxing pun kadang-kadang dilakukannya.

Selain melakukan perawatan tubuh. Bagi Maudy, menjaga kesehatan tak kalah pentingnya. Karena, setiap saat ia dituntut untuk tampil prima meskipun kadangkala kondisinya tidak fit. Biasanya saya tidur dan melakukan acupuncture di daerah Cipete Selatan, Jakarta Selatan, “paling minum air jahe, air sereh, jeruk nipis hangat dan madu. Karena, sudah bertahun-tahun tidak pernah ke dokter dan berhenti minum obat-obatan,” jelasnya.

Masih Ada yang Ingin Diraih
“Namanya Maudy, jadi masih banyak maunya yang belum dicapai,” candanya. Saya ingin punya rumah impian, punya rumah sendiri yang tidak besar dengan halaman dan taman yang bagus dan nyaman sesuai dengan desain yang saya inginkan. “Sebenarnya, rumahnya sudah ada, tapi karena kita masih harus tinggal dan menjaga rumah mama. Jadi, belum bisa sesuai dengan keinginan,” imbuhnya.

Di dunia entertainment, Maudy merasa belum puas mengeksplorasikan kemampuan dirinya. Dalam seni peran, meskipun dalam beberapa judul ia merasa puas memainkan perannya dan kepuasan-kepuasan kecil lainnya yang diperolehnya dalam pentas musical atau baca puisi. “Tapi, saya belum benar-benar jreng, masih ada satu yang belum tersalurkan. Nggak tahu bentuknya bisa apa saja, entah teater atau film bisa juga menulis atau apa, masih ada yang ingin saya usahakan, karyakan dan raih,” katanya tentang obsesinya itu seraya menutup perbincangan. (Yuko)

Patenkan Senam Wanita 'Body Performance'

Minati Atmanagara

Petang itu, di Studio Primadona Tebet di Jalan Tebet Timur Raya No. 5, Jakarta Selatan, Minati Atmanagara, artis berusia 48 tahun ini terlihat cantik, awet muda dan bugar. Baginya, ini salah satu cara untuk memotivasi para member agar mereka rajin mengikuti senam. “Tentunya Saya harus terlihat langsing, kiatnya adalah harus rajin berolah raga, disiplin, menjaga pola makan, mengubah gaya hidup, tidak begadang, banyak minum air putih, perbanyak makan buah dan sayur. Kalau semua ini dijalankan pasti membuahkan hasil. Jika mereka berhasil, merupakan kepuasan tersendiri dan tidak bisa dinilai dengan uang,” ungkap istri Alexander Felder ini dengan mata berbinar-binar.

Ketika ditanya, apa saja aktivitasnya kini? Wanita cantik yang akrab disapa dengan Mbak Min ini pun menjelaskan bahwa aktivitasnya masih sama seperti sebelumnya, yaitu mengurus rumah tangga, mengawasi berjalannya kelas, member, mutu para instruktur Studio Primadona (SP) di Kebayoran dan Tebet – Jakarta Selatan dan Bandung maupun di Studio Slim Expert (SSE) di Kelapa Gading – Jakarta Utara, ”di SSE ini Saya masukan senam Body Performance (BP) dari Studio Primadona,” ujarnya seraya menambahkan dimanapun ia berada selalu meluangkan waktu untuk senam bersama member.

Selain syuting sinetron, di akhir Minggu putri pertama DR. R.S. Atmanagara ini sering diminta sebagai narasumber berbagai seminar yang bertema kecantikan, kebugaran dan kesehatan. Biasanya ia diminta sebagai pembicara atau peraga senam. Kini, waktunya lebih banyak diluangkan di studio miliknya.


Dari Body Language menjadi Body Performance
Mengenai keberadaan SP yang berusia hampir 18 tahun ini, wanita kelahiran Berlin, 2 Maret 1959 dengan bersemangat memaparkan, studio ini berawal dari hobinya yang sejak kecil sudah genit dan terlahir dari keluarga yang bertubuh besar dan cenderung obesitas. Ia melihat betapa tidak cantik dan keren-nya orang bertubuh besar bila berpakaian. Karena itu, dalam dirinya tertanam, kelak bila dewasa tidak ingin memiliki tubuh yang besar seperti kedua orang tuanya. “Saya buktikan itu, kalau kita mau dan berusaha, bisa kita hindari factor keturunan itu,” ungkapnya dan sejak usianya 12 tahun mulai mengikuti berbagai senam yang ada dari sanggar ke sanggar dari studio ke studio.

Tahun 1990, pasca kecelakaan mobil yang dialaminya di Bandung yang menyebabkan wajahnya rusak parah akibat terkena pecahan kaca mobil yang ditumpanginya. Minati pun semakin serius menekuni hobi senam dan sejak itu ia makin mantap untuk membuka studio senam khusus wanita dengan nama Studio Primadona (SP). “Pada saat itu yang terpikir oleh Saya adalah tidak mungkin kembali ke dunia entertain yang sudah membesarkan nama Saya. Karena itu, Saya menghabiskan hari-hari di studio senam,” ceritanya tentang peristiwa yang dialaminya hampir 18 tahun lalu.

Setelah melahirkan putri keduanya, ia merasakan senam yang ada tidak memenuhi keinginannya sebagai seorang ibu pasca melahirkan yang menginginkan tubuhnya kembali ke bentuk semula sebelum hamil dan melahirkan. Timbullah keinginan untuk menciptakan gerakan-gerakan senam sendiri. Ide dasar gerakan senam BP timbul setelah Minati melihat senam Body Language (BL) yang diciptakan Roy Tobing yang berlatar belakang koreografer.

Trend Senam BL yang sempat booming sebelum tahun 2000 ini juga diikuti oleh SP dengan menggunakan nama senam BL. Seiring menjamurnya senam BL hingga pelosok-pelosok kota dan banyaknya berita negatif akibat senam ini, ibu 2 orang anak, Catva Chrisandi (22 tahun) dan Cantika Ramona (17 tahun) ini berusaha meyakinkan dan menghilangkan kekhawatiran member bahwa senam di SP berbeda karena gerakan dasarnya berbeda. Untuk membedakannya, akhirnya diberilah nama yang pas Senam Body Performance (BP), yang artinya memperbaiki penampilan secara keseluruhan. ”Karena itu, lewat perjalanan panjang selama hampir 10 tahun, senam BP di patenkan ke Departemen Kehakiman,” tegas Minati.

Gerakan Melawan Gravitasi Bumi
Apa yang membedakan senam BP dengan senam lainnya? Bak air mengalir dengan lancar pengemar busana sportif ini menjelaskan bahwa senam BP adalah pembentukan tubuh yang konsentrasi gerakannya berada pada sikap tubuh yang benar, pernafasan hanya melalui mulut, pengencangan otot berkisar di otot belah panggul, pantat/bokong, perut bawah terus keatas. Jika dilakukan terus menerus akan terasa sampai ke rahim. Fungsi gerakan ini adalah memperbaiki sikap tubuh yang tidak benar, sehingga pada saat kita berdiri, duduk dan berjalan akan benar.

Gerakan ini juga untuk melangsingkan tubuh, mendapatkan otot-otot yang kencang dan tulang yang padat dan panjang (tidak membangun, membesar dan mengembang otot). Secara anatomi, wanita sangat berbeda dengan pria. Wanita memiliki payudara dan rahim yang tidak dimiliki pria. Melalui satu penelitian intern di SP, ternyata studio yang memiliki 14 instruktur dengan latarbelakang mahasiswa seni tari ini membutuhkan gerakan yang berbeda dengan pria. Misalnya, setelah melahirkan dan menyusui, bentuk payudara dapat kembali seperti semula, rahim tidak turun dan kembali kencang, otot dasar panggul harus kencang agar di usia 40 tahun ke atas tidak mudah buang air (beser) dan tidak terjadi pengapuran yang merupakan proses penuaan.

Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan wanita ini, studio yang memiliki sekitar seribu member ini menerapkan gerakan ’melawan gravitasi bumi’. Karena berdasarkan hukum alam, semakin berumur, tubuh kita akan mengikuti gravitasi bumi. Gerakan ini membantu menaikkan kembali semuanya, seperti bokong, payudara dan tidak ada gerakan loncat-loncat yang menyebabkan tubuh tambah turun. ”Itu jelas perbedaannya dengan senam-senam yang ada di luar. Kita tidak menggunakan peralatan senam yang besar dan dapat membangun otot, tapi gerakan yang feminim. Uji coba gerakan-gerakan ini dilakukan dalam proses panjang selama 10 tahun pertama. Dan, sejak awal kita tidak pernah meninggalkan gerakan-gerakan dasar, hingga kini banyak sekali gerakan senam BP,” ungkapnya. (Yuko)

Tend Kuku Tahun 2008, Koleksi Neon dari Color Club


Tania Nova, Art Director Color Club Indonesia memprediksikan bahwa tahun 2008 adalah tahun dengan warna cerah (jreng), seperti warna ungu, ungu terang, atau merah marun. Itu yang diyakini akan menjadi trend di tahun depan. Jika kita bicara tentang trend warna yang sangat spesial untuk colorful adalah Koleksi Warna Neon. Dengan warna-warni neon dari Color Club Kita dapat menghasilkan kreasi yang luar biasa dan tanpa batas. Apalagi, menggunakan teknik desain yang professional dan sentuhan beragam aksesories, seperti mutiara, silver atau glitter akan menghasilkan desain yang menakjubkan.

Koleksi Neon bukan hanya untuk remaja, karena warna-warnanya yang menyala dan cenderung ’berani’. Wanita dewasa berusia diatas 40 tahun pun dapat menggunakan koleksi ini. Karena desainnya dapat dibuat simple dan elegant sehingga matching dengan usia dan profesi mereka. ”Kita bisa kombinasi yang disesuaikan dengan aktivitas, style pakaian, usia atau kita bisa memilih warna neon sesuai dengan warna favorit dan dihiasi glitter atau warna hitam, putih atau aksesories yang sesuai dengan style customer,” mereka pasti puas ucap Tania.

Warna Neon Menghasilkan Koleksi yang Luar Biasa
Koleksi Warna Neon dapat menghasilkan ribuan desain unik, cantik dan menarik, seperti: Desain Wedding Party, warna soft, tapi cerah yang disesuaikan dengan nuansa pakaian pengantin atau interior. Desain Elegant dan Natural dengan kombinasi 2 warna, seperti warna biru muda dan putih. Permanis desain ini dengan silver atau kombinasi warna orange dan hijau dengan glitter. Hasilnya akan terlihat ekslusif, mewah dan tidak ramai. Desain Geometrik (kotak-kotak, bulat, segitiga) dengan mengkombinasi 2 atau 4 warna. Desain Leopard dengan kombinasi warna jreng yang disesuaikan warna asli kulit binatang tersebut, misalnya zebra, macan atau jerapah. Untuk desain Leopard, biasanya ada warna emas, hitam dan coklat. Dengan teknik animal printing, hasilnya akan terlihat seperti warna kulit binatang muda dan sehat dengan kulit yang cerah. “Semua ini tergantung pada keberanian customer dan talenta nailster untuk menghasilkan desain yang berbeda dan spesial untuk setiap customer,” jelasnya di Color Club Nail Studio, Jalan Senopati 113, Jakarta Selatan. (Yuko)

Tumbuhan dan Bahan Makanan Pengganti untuk Penderita Diabetes

Bagi Anda yang menderita penyakit diabetes dan sudah ‘jenuh’ mengkonsumsi obat-obatan, Anda dapat mencoba tumbuhan obat yang berkhasiat hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah), diantaranya :

  • Biji alpukat
  • Beras merah
  • Petai cina
  • Biji pare
  • Buncis
  • Daun salam
  • Ubi jalar

Selain itu, Anda juga harus menghindari mengkonsumsi sirup, softdrink, madu, gula, gula pasir, gula palem, gula kastor, permen, coklat, jelly, selai, es krim, buah kalengan dan makanan yang mengandung gula.

Bahan Makanan Pengganti

Menyantap makanan yang manis-manis adalah ‘pantangan’ bagi penderita diabetes. Tapi, bukan berarti Anda tidak dapat menyantap makanan manis sama sekali. Anda tetap dapat menikmati berbagai penganan manis ini dengan cara mengontrol atau menggantinya dengan bahan makanan yang aman untuk penderita diabetes, seperti :

  • Tepung terigu (tepung putih) diganti dengan tepung yang berserat tinggi, seperti: tepung beras merah, tepung yang terbuat dari biji gandum (wholewheat/wholemeal) dan oats. Atau, Anda dapat mengganti wholewheat dengan campuran tepung terigu (25%) dan oats (75%).
  • Gunakan aneka buah-buahan (pisang, mangga, jeruk, kismis atau kurma) sebagai variasi pudding atau hidangan manis lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, membuktikan bahwa buah yang dikonsumsi tersendiri, kandungan gulanya tidak akan memicu pengeluaran insulin. Karena gula buah lebih aman untuk penderita diabetes, apalagi jika tidak dicampur dengan makanan lain.
  • Sebagai pengganti pemanis vla atau saus pudding, sebaiknya gunakan buah yang diblender kental atau madu yang jumlahnya dibatasi.

Yuko, berbagai sumber

Koreksi Bentuk Wajah


Bentuk wajah yang paling ideal adalah oval (lonjong). Untuk itu, bentuk-bentuk wajah dikoreksi mendekati bentuk ideal. Koreksi wajah dilakukan menggunakan warna alas bedak yang gelap atau terang.

Tips

  • Warna Gelap, memberikan bayangan serta menutupi dan mengecilkan bentuk wajah.
  • Warna Terang, menonjolkan dan melebarkan bagian wajah.
  • Jika menggunakan alas bedak/foundation yang berlainan (gelap dan terang) perhatikan aplikasi dan pembaurannya agar tidak terlihat batasnya.

A. Koreksi Bentuk Wajah Bulat

Riasan Wajah :

Dikoreksi agar terlihat lebih kurus dan berbentuk oval. Alis jangan terlalu melengkung. Bayangan mata sedikit naik.

Pipi :

  • Pipi yang bulat ditutup dengan bayangan gelap, dengan menggunakan alas bedak berwarna lebih gelap atau di atas bedak diberi bayangan (Shading) berwarna kecoklatan.
  • Selain bayangan mata, kesan oval juga dapat diperoleh dengan menggunakan pemerah pipi dalam arah vertical.

Dagu :

Aplikasikan alas bedak warna lebih terang (Countershading) atau di atas bedak diberi warna terang agar dagu tidak terlihat pendek

Perhatikan :

Peralihan antara Shading, Countershading dan pemerah pipi hendaknya membaur dengan gradasi yang semakin berkurang sampai ke warna kulit asli.

B. Koreksi Bentuk Wajah Panjang

Rias Wajah :

Agar wajah terlihat lebih lebar dengan alis, mata dan mulut, bentuklah mengarah horizontal.

Pipi :

  • Untuk pipi yang kurus, di depan kedua telinga diberi alas bedak yang lebih terang (Countershading). Sebagai tambahan, di atas bedak diberi warna terang.
  • Aplikasikan pemerah pipi ke arah horizontal untuk mengurangi kesan panjang pada wajah.

Dagu :

Dagu yang terlalu panjang dikoreksi menggunakan alas bedak yang lebih gelap dan tambahkan bayangan gelap berwarna kecoklatan di atas bedak.

Perhatikan :

Countershading, shading dan rouge di blending agar tidak terlihat terlalu mencolok.

C. Koreksi Bentuk Wajah Persegi

Riasan wajah :

Koreksi sama untuk wajah bulat, tetapi perhatikan agar rahang yang lebar ditutup menggunakan alas bedak berwarna lebih tua atau beri bayangan gelap di atas bedak.

Pipi :

  • Aplikasikan alas bedak berwarna lebih muda (Countershading) pada kedua pipi dan di depan telinga. Atau di atas bedak aplikasikan warna yang terang.
  • Agar wajah terlihat oval, aplikasikan pemerah pipi arah vertikal.

Dagu :

Agar dagu terlihat lebih panjang, aplikasikan warna terang di atas bedak atau berikan Countershade pada bagian ini.

D. Koreksi Wajah Belah Ketupat

Rias Wajah :

Ciri wajah berbentuk belah ketupat, sangat lebar di daerah kedua tulang pipi. Karena itu, bagian ini dikoreksi dengan Shading yang memanjang vertical.

Aplikasikan alas bedak berwarna lebih terang (Countershade) pada kedua sisi dahi dan kedua sisi rahang bawah yang terlalu sempit agar bagian-bagian ini terlihat lebih lebar. Atau, dapat juga aplikasikan warna terang di atas bedak.

Dagu :

Dagu yang terlalu panjang juga dikoreksi dengan Shading.

Pipi :

Penonjolan tulang pipi dikoreksi dengan aplikasi pemerah pipi mengarah vertical.

E. Koreksi Bentuk Wajah Segitiga

Rias Wajah :

Bentuk wajah segitiga, memiliki dahi yang sempit. Agar terlihat sedikit lebar, pada bagian ini aplikasikan alas bedak berwarna lebih terang, Countershading

Pipi :

Aplikasikan pemerah pipi mengarah vertical.

Dagu :

Koreksi bagian bawah rahang bawah yang lebar dengan alas bedak berwarna tua

F. Koreksi Bentuk Wajah Segitiga Terbalik

Rias Wajah :

Koreksi bagian kiri dan kanan dahi yang lebar dengan alas bedak berwarna gelap

Pipi :

Aplikasikan Rouge mengarah horizontal pada kedua tulang pipi.

Dagu :

  • Dagu yang panjang juga dikoreksi dengan Shading
  • Aplikasikan alas bedak berwarna lebih muda untuk memberi kesan kedua sisi rahang bawah lebih lebar.

Selamat mencoba! (Yuko, Berbagai sumber)

Berkomunikasi Lewat Musik

Iga Mawarni

Sesuai janji, pagi itu penyanyi jazz yang bernama lengkap Iga Mawarni Ayuningsih yang terkenal lewat lagu Kasmaran di era 90-an ini ditemui ditengah rutinitasnya mengantar putra semata wayang, Rajasa Satria Tama ke Sekolah Standar Nasional (SSN) kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. “Kegiatan Saya sekarang antar jemput anak sekolah dan masih ada kegiatan tour jazz. Selain itu, kebetulan Saya sekarang ini tergabung dalam kelompok musik 5 wanita,” ungkap istri Charles R. arifin.

Lima Wanita untuk Memotivasi Wanita

Wanita kelahiran Bogor, 24 Juli 1973 yang akrab disapa Iga Mawarni ini pun bercerita tentang proses terbentuknya Kelompok Musik 5 Wanita (KM5W) ini yang terdiri dari ia sendiri, Rika Roeslan, Yuni Shara, Nina Tamam dan Andien. Terinspirasi dari lagu ciptaan Rika Roeslan yang menjadi bagian dari albumnya yang berjudul Wanita. Secara pribadi, Rika merasa lagu ini layak diperdengarkan pada wanita Indonesia karena syairnya yang bagus dan akan memiliki kekuatan yang besar bila dinyanyikan bersama. Akhirnya, lagu itu diperdengarkan pada Kita sahabat-sahabatnya. Setelah Kita nyanyikan bersama, Kita merasakan ada energi yang besar sekali dan kata-kata pada syairnya bagus sekali, seperti pada reff nya :

Oh Wanita jangan kau lupa ada sinar dalam dirimu harus kau jaga

Oh Wanita kecantikanmu terpancar jelas dari dalam ruang hatimu

Kalimat ini dapat memotivasi wanita dalam bentuk latar belakang, bentuk fisik dan keadaan apapun. Kita harus menyadari itulah kecantikan dan kekuatan dari diri kita dalam menghadapi semua masalah dan masa depan. “Setelah Kita menyanyikan, ternyata ada satu hati bahwa Kita bermanfaat untuk hal yang lain. Dengan menyanyikan lagu ini, Kita membuat orang lain senang apalagi Kita datang membawa informasi yang baik,” tutur putri pasangan Subaningsih dan Saliman Tedjo Siswoyo ini.

Meskipun KM5W ini baru akan di launching pada April bertepatan dengan Hari Kartini yang merupakan kebangkitan kaum wanita sudah banyak instansi terkait dan produsen yang mengajak kerjasama, seperti PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia), Yayasan Kanker Indonesia dan beberapa brand. Rencananya setelah bulan April ini, KM5W akan mengadakan roadshow ke beberapa kota di Indonesia dengan membuka klinik gratis pemeriksaan dini alat reproduksi wanita sekaligus sharing dengan para wanita, baik remaja maupun dewasa di daerah tersebut. Kebetulan, dalam KM5W ini dari usia memiliki gradasi, ada yang masih gadis, ada yang baru menikah, ada yang sudah memiliki anak dan ada yang pekerja keras diusia yang matang belum menikah. “Ada banyak yang bisa di share karena banyak juga wanita Indonesia seperti ini dan Kita mengajak mereka datang tanpa dipaksa serta berdialog tanpa batas,” Kata Iga mengenai program dari KM5W.

Juara Nasional Bintang Radio dan Televisi tahun 1989 ini pun menegaskan bahwa KM5W ini memiliki prinsip ‘sekecil apa pun jauh lebih bermanfaat daripada banyak omong’. Jika ini dilakukan, bukan tak mungkin akan menjadi komunitas yang besar di Indonesia, “Kita tidak bicara gender. Kita hanya bicara soal kesehatan dan mempercantik diri.

Musik Jazz, Musik General

Sebagai penyanyi jazz, hingga kini artis yang memperoleh AMI Award pada 1999 untuk Kategori Album Jazz Terbaik masih aktif dalam menyiapkan berbagai konser jazz, seperti Java Jazz dan Jak Jazz. Iga melihat, animo anak muda terhadap musik jazz kini luar biasa dan selalu membludak pengunjungnya meskipun harga tiketnya mahal.

Pada acara Java Jazz yang digelar setiap tahun, terlihat jumlah stage yang bertambah dan bermunculan grup baru dengan personil anak muda. Hampir semua perguruan tinggi negeri dalam agendanya selalu ada event jazz. “Berarti mereka menganggap bahwa musik jazz sudah merupakan nadi mereka bahwa musik jazz adalah musik general yang mampu memberi ruang buat siapa pun dan usia berapa pun karena sangat mengikuti perkembangan,” jelas pemeran wartawati dalam Sinetron TAJUK arahan sutradara Slamet Raharjo seraya menambahkan, Kita dapat memilih musik yang sesuai dengan selera, apakah smooth, pop jazz, swing, bosanova, samba, salsa atau fusion. “Buat Saya, jenis tidak penting. Yang penting bagaimana menikmati sesuatu karena sudah menjadi bagian dari hidup.”

Aware pada Seni Tradisional

Selain sebagai ibu rumah tangga dan menyanyi, wanita yang besar di kota Solo ini juga dipercaya menjadi Ketua Yayasan Dedy Lutan Company (DLDC), suatu komunitas tari tradisi yang menggarap pertunjukan tari tradisi dan membuat observasi serta kajian potensi-potensi kesenian di wilayah Indonesia. Iga melihat potensi seni dan budaya merupakan satu-satunya asset yang bisa dibanggakan. “Saya khawatir dan prihatin, suatu saat tidak ada lagi yang tertarik menggarap tari-tari tradisi. Karena itu, perlu didorong.”

Dalam kegiatan pendidikan anak-anak dan musik-musik tradisi, wanita berambut panjang ini memegang amanah sebagai Sekjen Solo International Ethnic Music Festival (SIEM) tahun 2007 yang diadakan di Benteng Vastenburg, Solo diikuti 8 negara dan musisi etnik tradisi di Indonesia. Dengan misi mendorong setiap anggota masyarakat untuk aware. Untuk itu, disusun program yang mampu menggelar pertujukan musik tradisi berskala internasional dan spektakuler. “Untuk kepanitian seperti ini, saya selalu mengulirkan kepanitiaan yang sifatnya seperti Event Organizer (EO), tapi komunal dengan rasa memiliki. Sehingga mereka menjadi public relation, marketing, penonton, pengkritik dan penikmatnya sekaligus,” jelasnya karena sistem seperti ini dapat bertahan lama dibanding EO.

Artis yang memiliki philosofi ‘hidup tidak bisa menunggu, jangan sia-siakan waktu’ ini juga menjabat sebagai Ketua Nugraha Bhakti Musik Indonesia (NBMI) yang merupakan bentuk penghargaan tertinggi pada pengabdi musik yang berjasa bagi perkembangan musik tanah air.

Mengakhiri perbincangannya, Iga yang memutuskan menjadi mualaf pada usia 19 tahun ini kembali menegaskan bahwa aktivitas menyanyi yang dilakukannya sekarang ini bukanlah untuk popularitas, tapi memanfaatkan musik sebagai media untuk mengkomunikasikan sesuatu pada orang lain. Baginya, jembatan yang paling netral untuk berkomunikasi di ranah apa pun adalah seniman. Mereka sering berhadapan dengan publik sehingga mempunyai gaya bahasa dan gaya tutur yang lebih rileks serta dapat menggantisipasi keadaan dengan spontan dan dapat mencairkan suasana. “Karena itu bakat yang diberikan Tuhan pada seniman dan saya mensyukurinya. Saya bisa membantu mengkomunikasikan hal-hal yang baik kepada masyarakat.” (yuko)