Iga MawarniSesuai janji, pagi itu penyanyi jazz yang bernama lengkap Iga Mawarni Ayuningsih yang terkenal lewat lagu Kasmaran di era 90-an ini ditemui ditengah rutinitasnya mengantar putra semata wayang, Rajasa Satria Tama ke Sekolah Standar Nasional (SSN) kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. “Kegiatan Saya sekarang antar jemput anak sekolah dan masih ada kegiatan tour jazz. Selain itu, kebetulan Saya sekarang ini tergabung dalam kelompok musik 5 wanita,” ungkap istri Charles R. arifin.
Lima Wanita untuk Memotivasi Wanita
Wanita kelahiran
Oh Wanita jangan kau lupa ada sinar dalam dirimu harus kau jaga
Oh Wanita kecantikanmu terpancar jelas dari dalam ruang hatimu
Kalimat ini dapat memotivasi wanita dalam bentuk latar belakang, bentuk fisik dan keadaan apapun. Kita harus menyadari itulah kecantikan dan kekuatan dari diri kita dalam menghadapi semua masalah dan masa depan. “Setelah Kita menyanyikan, ternyata ada satu hati bahwa Kita bermanfaat untuk hal yang lain. Dengan menyanyikan lagu ini, Kita membuat orang lain senang apalagi Kita datang membawa informasi yang baik,” tutur putri pasangan Subaningsih dan Saliman Tedjo Siswoyo ini.
Meskipun KM5W ini baru akan di launching pada April bertepatan dengan Hari Kartini yang merupakan kebangkitan kaum wanita sudah banyak instansi terkait dan produsen yang mengajak kerjasama, seperti PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana
Juara Nasional Bintang Radio dan Televisi tahun 1989 ini pun menegaskan bahwa KM5W ini memiliki prinsip ‘sekecil apa pun jauh lebih bermanfaat daripada banyak omong’. Jika ini dilakukan, bukan tak mungkin akan menjadi komunitas yang besar di Indonesia, “Kita tidak bicara gender. Kita hanya bicara soal kesehatan dan mempercantik diri.
Musik Jazz, Musik General
Sebagai penyanyi jazz, hingga kini artis yang memperoleh AMI Award pada 1999 untuk Kategori Album Jazz Terbaik masih aktif dalam menyiapkan berbagai konser jazz, seperti Java Jazz dan Jak Jazz. Iga melihat, animo anak muda terhadap musik jazz kini luar biasa dan selalu membludak pengunjungnya meskipun harga tiketnya mahal.
Pada acara Java Jazz yang digelar setiap tahun, terlihat jumlah stage yang bertambah dan bermunculan grup baru dengan personil anak muda. Hampir semua perguruan tinggi negeri dalam agendanya selalu ada event jazz. “Berarti mereka menganggap bahwa musik jazz sudah merupakan nadi mereka bahwa musik jazz adalah musik general yang mampu memberi ruang buat siapa pun dan usia berapa pun karena sangat mengikuti perkembangan,” jelas pemeran wartawati dalam Sinetron TAJUK arahan sutradara Slamet Raharjo seraya menambahkan, Kita dapat memilih musik yang sesuai dengan selera, apakah smooth, pop jazz, swing, bosanova, samba, salsa atau fusion. “Buat Saya, jenis tidak penting. Yang penting bagaimana menikmati sesuatu karena sudah menjadi bagian dari hidup.”
Aware pada Seni Tradisional
Selain sebagai ibu rumah tangga dan menyanyi, wanita yang besar di
Dalam kegiatan pendidikan anak-anak dan musik-musik tradisi, wanita berambut panjang ini memegang amanah sebagai Sekjen Solo International Ethnic Music Festival (SIEM) tahun 2007 yang diadakan di Benteng Vastenburg, Solo diikuti 8 negara dan musisi etnik tradisi di
Artis yang memiliki philosofi ‘hidup tidak bisa menunggu, jangan sia-siakan waktu’ ini juga menjabat sebagai Ketua Nugraha Bhakti Musik Indonesia (NBMI) yang merupakan bentuk penghargaan tertinggi pada pengabdi musik yang berjasa bagi perkembangan musik tanah air.
Mengakhiri perbincangannya, Iga yang memutuskan menjadi mualaf pada usia 19 tahun ini kembali menegaskan bahwa aktivitas menyanyi yang dilakukannya sekarang ini bukanlah untuk popularitas, tapi memanfaatkan musik sebagai media untuk mengkomunikasikan sesuatu pada orang lain. Baginya, jembatan yang paling netral untuk berkomunikasi di ranah apa pun adalah seniman. Mereka sering berhadapan dengan publik sehingga mempunyai

Tidak ada komentar:
Posting Komentar