Selasa, 15 Juli 2008
Organisasi
I. Definisi Organisasi
Istilah Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani, yang berarti alat. Definisinya telah banyak dikemukakan orang, salah satunya adalah Paul Preston dan Thomas Zimmer, “Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.”
Dalam setiap organisasi terdapat 3 unsur dasar, yaitu :
1. Orang- orang (sekumpulan orang);
2. Kerjasama
3. Tujuan yang akan dicapai.
Dari proses pembentukannya, organisasi dapat terbentuk :
• Spontan, misalnya kerjasama yang dibentuk tanpa aturan, menolong kecelakaan/musibah.
• Secara seksama atas kerjasama formal yang berdasarkan pertrimbangan yang matang. Misalnya organisasi se-hobby, profesi, komersial dan sebagainya.
II. Azas-Azas Pokok Organisasi
Agar oranisasi dapat mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien, ada beberapa azas pokok yang dapat dijadikan pedoman, antara lain :
1. Perumusan Tujuan
2. Pembagian Tugas Pekerjaan
3. Pendelegasian Kekuasaan
4. Rentang Pengawasan
5. Tingkat Pengawasan, dan
6. Kesatuan Perinta dan Tanggungjawab
III. LINGKUNGAN EKSTERNAL
Organisasi sangat dipengaruhi lingkungan eksternal dan internal.
Richard Osbom mengklasifikasikan Lingkungan ekternal organisasi menjadi 2 macam, yaitu :
A. Lingkungan Umum
Yaitu kekuatan-kekuatan yang berinteraksi dan berpengaruh terhadap seluruh sector kehidupan manusia, yang meliputi komponen-komponen sebagai berikut :
1. Budaya (culture)
Budaya dipandang sebagai seperangkat kekuatan yang membentuk corak permainan di dalam organisasi yang di dalamnya dikembangkan tujuan serta kegiatan
2. Iklim ekonomi (economic climate)
Kondisi ekonomi suatu bangsa menampilkan fisik dan jasa secara potensial untuk menyelenggarakan organisasi-organisasi yang berkembang didalamnya.
3. Lingkungan hukum dan politik (legal and political)
4. Lingkungan pendidikan
Organisasi harus memiliki orang-orang terdidik untuk mempertahankan seluruh hidupnya. Karena orang-orang yang memiliki pengetahuan dan keahlian merupakan jantung dan hati seluruh kehidupan bagi setiap organisasi dalam upaya mempertahankan hidupnya.
B. Lingkungan Khusus
Osbom mengartikan sebagai sejumlah kekuatan yang terdiri atas organisasi, individu-individu dan lembaga-lembaga yang berinteraksi dengan organisasi.
C. Etika Bisnis
Definisi Etika Bisnis menurut Freeman dalam bukunya “Business Fundamental” “adalah suatu system tentang prinsip-prinsip dan aturan-aturan mengenai perilaku yang berdasarkan pada keyakinan atas apa yang dianggap benar dan apa yang yang dianggap salah dalam dunia bisnis.”
Kegiatan bisnis biasanya diatur oleh Kode Etik yang diciptakan oleh dunia bisnis itu sendiri. Kode Etik adalah “Sekumpulan ketentuan yang disusun secara formal untuk membimbing dan meningkatkan perilaku pihak-pihak yang terkait.”
IV. LINGKUNGAN INTERNAL ORGANISASI
A. Tujuan Organisasi
Sebagai suatu hasil atau keadaan yang diharapkan dapat dicapai yang menuntut Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengendalian secara seksama..
B. Struktur Organisasi
1. Hakekat dan Landasan Struktur Organisasi
Pendapat Blau (1974) mengenai struktur organisasi adalah : “Distribusi orang-orang dengan posisi social tertentu dan peranan serta hubungannya satu sama lain melalui berbagai saluran.” Dari definisi tersebut terdapat 2 hal penting, yaitu :
a. Adanya The Division of Labour, artinya dalam organisasi, orang-orang dilimpahi berbagai tugas pekerjaan.
b. Organissai mengandung rangking atau hirarki yang berarti bahwa posisi yang diduduki orang-orang tersebut memiliki hokum dan aturan untuk setiap tingkatan yang mengatur setiap orang dalam jabatannya.
2. Fungsi Struktur Organisasi
Menurut Richard C. Hall (1982) struktur organisasi mempunyai 3 fungsi dasar, yaitu :
• Struktur organisasi dibuat untuk menghasilkan output organisai dan mencapai tujuan organisasi.mempunyai 3 fungsi dasar, yaitu :
• Struktur organisasi dibuat untuk menghasilkan output organisasi dan mencapai tujuan organisasi.
Organisasi dirancang untuk meminimalkan atau mengatur pengaruhindividual terdap organisasi. Struktur organissai dibentuk untuk menanamkan kepatuhan individu kepada organisasi dan bukan sebaliknnya.
• Struktur organisasi adalah penataan yang didalmnnya terdapat pelaksanaan kekuatan pengambil keputusan dan pelaksanaan kegiatan.
C. Kepemimpinan (Leadership)
Ralf M. Stogdill dalam bukunya Hand Book of Leadership, A Survey of Theory and Research (1974) mendefinisikan, “Kepemimpinan manajerial sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan tugas dari anggota kelompok.”
Dari definisi di atas ada 3 hal penting, yaitu :
1. Kepemimpinan harus melibatkan orang lain, bawahan atau pengikut;
2. Kepemimpinan melibatkan distribusi yang tidak merata dari kekuasaan diantara pemimpin dan anggota kelompok;
3. Selain secara sah dapat mengarahkan bawahan atau pengikut mereka, pemimpin juga dapat mempunyai pengaruh.
Keberhasilan suatu kepemimpinan ditentukan oleh 4 Faktor, yaitu :
• Faktor Leadership
• Faktor Komunikasi, baik komunikasi formal maupun informal.
• Faktor Perintah (jelas/dimengerti)
• Faktor Fasilitas (memadai/tidak memadai)
D. Komunikasi dalam Organisasi
Dalam kehidupan organisasi, anggota mutlak berkomunikasi satu sama lain. Bernard (1983) menyatakan : “Di dalam sebuah teori organisasi yang mendalam, system komunikasi menduduki tempat utama (sentral). Sebab struktur itu bersifat luas dan ruang lingkup dari masalah organisasi juga sepenuhnya ditentukan oleh teknik komunikasi.” Pendekatan ini menempatkan system komunikasi sebagai jantung dari organisasi.
E. Koordinasi dalam Organisasi
Menurut Prof. Sukanto Reksodiprojo M.Com, PhD, bahwa “Koordinasi merupakan proses peningkatan kegiatan khusus individu dan kelompok satu dengan yang lainnya dan menjamin tercapainya tujuan bersama.”
F. Motivasi di Dalam Organisasi
Salah satu kunci keberhasilan kepemimpinan adalah motivasi kerja personil. Yang paling menetukan adalah tindakan pimpinan, karena setiap pimpinan memiliki peluang untuk menciptakan iklim organisasi yang dipimpinnnya.
Motivasi menurut Greenberg dan Baron (1993) adalah suatu proses yang mendorong, mengarahkan dan memelihara perilaku manusia ke arah pencapaian suatu tujuan.
G. Budaya Organisasi
Richard A. Shweden (Harrison dan Huntungton, 2000) mengartikan Budaya sebagai gagasan-gagasan yang bersifat khusus dari suatu masyarakat berkaitan dengan hal-hal yang dianggap benar, baik, indah dan efisien yang harus disosialisasikan dan dibiasakan secara turun temurun.
Dan, Stephen P. Robbins, Organizational Behaviour, 1991 mendefinisikan Budaya Organisasi sebagai persepsi umum yang dibentuk oleh anggota organisasi untuk membedakan organisasi tersebut dari organisasi lain atau dapat juga dikatan “aturan main” dalam organisasi tersebut.
H. Pengambilan Keputusan Pimpinan
Pengambilan keputusan berpengaruh kuat secara langsung terhadap keberhasilan administrasi. Untuk mengambil keputusan, diperlukan 3 macam keahlian dasar, yang meliputi :
1. Technical skill : keahlian teknis yang berhubungan dengan pemahaman dan penguasaan atas metoda, proses, prosedur dan teknik pendidikan.
2. Human Skill : kepakaran insani yang berhubungan dengan kemampuan untuk bekerjasama secara efektif dan efisien dengan orang per orang atau pun kelompok.
3. Conceptual Skill : adalah kemampuan untuk memandang sekolah sebagai bagian terpadu dari proses pendidikan secara keseluruhan.
Dengan demikian pemimpinan dalam pengambilan keputusan mempertimbangkan berbagai factor, baik internal maupun eksternal.
V. PENYEBAB & PENANGGULANGAN KONFLIK
Mc Farland (1976) berpendapat , “Konflik merupakan gambaran prilaku seseorang atau suatu kelompok untuk menguasai kelompok lain.”
Penyebab terjadinya konflik, antara lain :
1. Perbedaan tujuan, kebutuhan dan nilai.
2. Persaingan dan ambisi pribadi dalam hal promosi, kenaikan gaji yang dapat merusak semangat kerja.
3. Pelaksanaan kerja yang buruk
4. Overlap dalam tanggungjawab atas pekerjaan.
5. Kegagalan manajemen waktu dalam pelaksanaan tugas.
6. Stress, karena kecemasan atas kondisi keuangan, keluarga, benturan, perselisihan dengan orang lain.
7. Ketidaksetujuan terhadap imbalan, hak-hak, status atau peranan.
8. Prasangka atas kesukuan, ras, agama, usia dan jenis kelamin.
9. Salah urus, sehingga terjadi aturan kerja yang tidak adil.
10. Ketidakmampuan mendelegasikan pekerjaan.
11. Perselisihan antar nilai pribadi.
12. Kecerobohan dalam pelaksanaan kerja.
Kenneth E. Boulding dalam bukunya A Pure of Theory of Conflict to Organization berpendapat, “Manajemen pengendalian dan pemecahan masalah konflik sejak dini salah satu bentuk pemecahan konfliki dengan salah satu pihak mengalah (unilateral move) atau melalui pihak ketiga atau dengan mengatasi penyebabnya.”
VI. PERUBAHAN & PERKEMBANGAN ORGANISASI
A. Tujuan Perubahan dan Perkembangan Organisasi
• Meningkatkan kinerja (performance)
• Memperbaiki motivasi
• Meningkatkan kerjasama
• Memperjelas komunikasi
• Mengurangi kemangkiran dan keluarnya anggota
• Meminimalkan konflik
• Mengurangi biaya
B. Pendekatan terhadap Perubahan Organisasi
Pendekatan terhadap perubahan dan perkembangan organisasi ada 2 hal, yaitu :
• Pendekatan yang menekankan terhadap apa yang diubah.
• Pendekatan yang menekankan pada proses perubahan.
C. Faktor yang Perlu Dipertimbangkan
Setiap perubahan perlu dipahami dan diwaspadai akibatnya. Untuk itu, perlu dipertimbangkan factor berikut ini :
• Plan (Structured to Unstructured)
• Power (Unilateral to Delegated)
• Relationship (Impersonal to Personal)
• Tempo (Revolutionary to evolutionary)
Berbagai sumber
Kulit Halus dan Sensitif
Apakah kulit Anda termasuk jenis kulit sensitif? Ini dapat dilihat dari terjadinya penambahan warna, tekstur yang lebih halus dan cepat bereaksi terhadap rangsangan-rangsangan.
Ciri-ciri lainnya dapat dilihat dari kulit yang sangat tipis, terlihat couperose/rosacea (kemerahan kulit di daerah hidung dan sekitarnya, karena pelebaran pembuluh darah disertai pembesaran kelenjar minyak) yang mengakibatkan terjadinya benjolan-benjolan kecil dan kering. Ini biasanya dialami pada mereka yang berusia 30 – 35 tahun.
Ciri-ciri Kulit Sensitif dapat dilihat dari Usia
· Bagi Anda yang berusia muda (remaja), tampak terlihat nyata di kulit pipi dan kelopak mata yang terlihat sangat tipis serta pembuluh-pembuluh darah tampak terletak sangat dangkal.
· Sedangkan Anda yang berusia dewasa, sering dijumpai kerusakan pembuluh-pembuluh darah kapiler. Untuk itu, hindari semua tindakan yang dapat menyebabkan pelebaran pembuluh-pembuluh ini dan kerusakan dinding-dindingnya yang lebih luas.
Yang harus Dihindari :
· Makanan yang mengandung lemak, karena dapat merangsang dan membuat rosacea semakin parah.
· Pilihlah kosmetika yang hipo-alergenik, agar tidak menimbulkan alergi.
· Cuaca (terik matahari, lingkungan dingin dan angin kencang)
Dalam melakukan perawatan, pilihlah kosmetika yang tidak menyebabkan iritasi. Karena jarang sekali kulit sensitif dapat di cuci tanpa menimbulkan dehidrasi dan pengelupasan kulit.
Perawatan Siang Hari
· Lakukan pembersihan menggunakan pembersih setengah cair dengan kapas lembab secara perlahan-lahan.
· Untuk pengencangan dan penyegaran, gunakan tonic lotion dengan cara menepuk-nepuknya pada permukaan kulit.
· Lindungi wajah dan leher dilindungi menggunakan pelembab atau krim dengan komposisi yang sederhana.
· Dan untuk tata rias, Anda dapat memilih alas bedak transparan atau berwarna yang mengandung minyak untuk menambah perlindungan kulit. Gunakan bedak sedikit saja dan jangan menggunakan bedak padat (compact powder), karena dapat mengeringkan kosmetika.
Perawatan Malam Hari
· Untuk membersihkan wajah, gunakan krim pembersih dengan komposisi yang ringan untuk membersihkan alas bedak dan sebagainya. Lakukanlah dengan seksama sebelum menggunakan kosmetika lainnya.
· Pengencangan dan penyegaran dilakukan sekaligus untuk mengangkat krim pembersih. Untuk daerah kulit dengan pembuluh-pembuluh darah yang terlihat jelas, sebaiknya dihaluskan dengan gerakan menggulung. Rangsangan halus ini untuk menghindari mengumpulnya darah di dalam kapiler-kapiler dan mencegah terjadinya pemekaran pembuluh darah tersebut.
· Gunakan krim aktif dan halus pada wajah, leher dan kelopak-kelopak mata. Sebaiknya menggunakan kosmetika hypoalergenik dan tidak mengandung wewangian, night cream atau nourishing cream dapat digunakan. Selamat mencoba ! (Yuko, berbagai sumber)
